PuisiDitulis oleh Jody16 dilihat
Melur
Melur tumbuh ketika banyak hal masih terlelap. Akarnya menembus tanah, kelopaknya menepis ragu, dan harapannya terus merekah menuju pagi.
Minggu dini hari,
melur tumbuh
seutuhnya melati
wangi sekali,
kokoh menari.
Daunmu rindu mentari pagi,
mahkotamu merona,
merekah.
Akarmu bak cakar ayam
menombak tanah
dalam, tak menyakiti.
Melur,
kelopakmu utuh
hempaskan ragu.
Melur,
takkan kau layu
di dalam vas bunga
di bucu rumah kayu.
Melur,
mekarlah,
merekah,
merona.
Jelajahi tulisan lainnya
Masih ada tulisan lain yang mungkin ingin kamu baca.
Kamu bisa menjelajahi cerita, puisi, dan tulisan lain yang ditulis dengan hati di CurhatDong.
Lihat tulisan lainnya