PuisiDitulis oleh Jody16 dilihat

Melur

Melur tumbuh ketika banyak hal masih terlelap. Akarnya menembus tanah, kelopaknya menepis ragu, dan harapannya terus merekah menuju pagi.

Cover image for Melur
Foto: Unsplash

Minggu dini hari,

melur tumbuh

seutuhnya melati

wangi sekali,

kokoh menari.

Daunmu rindu mentari pagi,

mahkotamu merona,

merekah.

Akarmu bak cakar ayam

menombak tanah

dalam, tak menyakiti.

Melur,

kelopakmu utuh

hempaskan ragu.

Melur,

takkan kau layu

di dalam vas bunga

di bucu rumah kayu.

Melur,

mekarlah,

merekah,

merona.

Jelajahi tulisan lainnya

Masih ada tulisan lain yang mungkin ingin kamu baca.

Kamu bisa menjelajahi cerita, puisi, dan tulisan lain yang ditulis dengan hati di CurhatDong.

Lihat tulisan lainnya